
w okSMK Negeri 4 Buton Tengah kini menjadi garda muda dalam gerakan pemberantasan korupsi melalui program Akademi Anti-Korupsi (AAK) yang diinisiasi oleh Yayasan Pancana bersama Indonesia Corruption Watch (ICW). Program ini menandai babak baru dalam upaya sistematis untuk membangun imunitas anti-korupsi di kalangan generasi muda.
Latar belakang inisiatif ini didasari data dari Transparency International yang menempatkan Indonesia pada peringkat 115 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi. Tentu Kondisi ini membutuhkan intervensi struktural, termasuk melalui pendidikan.
Program AAK hadir sebagai respons atas fenomena korupsi yang semakin kompleks dan melibatkan kalangan muda. Direktur Yayasan Pancana Sarfin Nasirun menjelaskan, “Kami fokus pada pencegahan dengan membangun karakter anti-korupsi sejak dini, khususnya di kalangan pelajar SMK yang akan segera masuk dunia kerja. “Gagasan besar ini tentu dipengaruhi oleh ICW sebagai organisasi yang konsisten melawan korupsi sejak era reformasi..
Kolaborasi strategis antara Yayasan Pancana dan ICW ini merepresentasikan komitmen bersama dalam memerangi korupsi dari hulu. “Kami yakin, pendidikan anti-korupsi yang dimulai dari bangku sekolah akan membentuk generasi yang imun terhadap praktik koruptif,” tambah Sarfin.
Sebagai tindak lanjut akan diadakan pembuatan akun AAK pada Sabtu, 8 November 2024 pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini akan melibatkan siswa SMK Negeri 4 Buteng dari kelas 10 hingga 12 sebagai pionir yang kelak akan bertugas sebagai duta anti-korupsi untuk menyebarkan kesadaran tentang bahaya kronis perilaku korupsi.
Sebagai Informasi pogram Akademi Anti-Korupsi ICW memiliki segmentasi peserta yang luas karena dirancang sebagai sistem pembelajaran berbasis internet yang dapat diakses oleh semua kalangan. Secara ringkas, target peserta program ini adalah:
- Siswa Sekolah Menengah (SMP dan SMA) Dikenalkan dengan konsep dan nilai-nilai anti-korupsi sebagai bekal awal.
- Mahasiswa dan Kalangan Dewasa: Peserta umum yang ingin mendalami isu korupsi dan cara melawannya.
- Anggota Organisasi dan Komunitas: Meningkatkan kapasitas anggota lembaga atau komunitas dalam isu anti-korupsi, seperti analisis anggaran daerah.
- Masyarakat Umum: Siapa saja yang tertarik belajar tentang korupsi dan pemberantasannya secara mudah, terbuka, kapan pun, dan di mana pun. (smbr : web AAK)
Dengan sifatnya yang inklusif, program ini memungkinkan peserta dari berbagai latar belakang untuk memilih materi yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Dalam konteks ini, siswa SMK menjadi target prioritas mengingat kedekatan mereka dengan dunia kerja.
Program AAK di SMK Negeri 4 Buteng tidak hanya sekadar kegiatan pembelajaran, tetapi telah menjadi simbol harapan baru dalam perjuangan melawan korupsi yang dimulai dari ruang kelas. Ini adalah sebuah investasi karakter yang diharapkan akan berbuah pada tata kelola bangsa yang lebih bersih di masa depan.
Dengan pendekatan yang sistematis dan melibatkan berbagai segmen masyarakat, program AAK diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan menuju Indonesia yang bebas dari korupsi.
Penulis : andYsaliwu, orang biasa yang menjunjung tinggi kemanusiaan.






